fbpx

Misteri Kain Kafan Tak Bersaku

Oke di tulisan kali ini saya ingin menulis sebuah artikel yang saya ambil dari bukunya Mas Saptuari Sugiharto yang berjudul “Kembali Ke Titik Nol”, buku tersebut sangat banyak menggugah orang untuk Instropeksi diri terutama di bagian hutang dan RIBA.

Dan kali ini saya ambil judul tentang “Misteri Kain Kafan Tak Bersaku”. Etttss tunggu dulu, jangan kaget dengan judulnya ya. Ini tulisan bukan sebuah kisah Misteri yang seperti di tv-tv, melainkan ini adalah tulisan yang Insya Allah menjadi Inspirasi dan GIZI untuk merubah diri lebih baik lagi.

Bismillah

Kita tidak tahu rezeki yang datang pada kita dati mana, apakah itu dari pekerjaan kita sejari-hari ataukah dari hal yang tidak terduga. Yang pasti, Allah menyuruh kita untuk bekerja dan berusaha. Selepas itu kita serahkan semua pada Allah dan Berdo’a serta bertawakal. Dan yang penting adalah tetaplah berpikir positif pada Allah atau berprasangka baik pada Allah bagaiamana pun keadaan kita. Karena Allah jika memberikan Rezeki itu dari Arah yang tidak di sangka-sanga (Min Haitsu Laa Yahtasib…).

Sebagaimana dalam penggalan surat At-Thalaq ayat 2-3

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Artinya :

…. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.(2) Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.(3)

Jelas, sangat jelas dalam Al-quran bahwa Kuncinya Rezeki Adalah Ketakwaan dan Ketawakalan. Tapi itu semua setelah kita melakukan usaha yang maksimal dan berdo’a yang optimal. Maka Allah akan membereskan urusan kita serta memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Seperti halnya tulisan dibawah ini yang sama kutip dari buku “Kembali Ke Titik Nol”, yang mungkin kita akan merasa malu pada diri sendiri jika membaca kisah ini :

REZEKI BANYAK BENTUKNYA

Kemarin hujan meuli turun jam 9 pagi, seorang tukang rujak numpang berteduh di teras ruko saya. Masih penuh gerobaknya, buah-buahan tertata rapi. Kulihat beliau membuka buku kecil, rupanya Al-quran. Beliau tekun dengan Al-Quran nya. Sampai jam 10 hujan masih belum berhenti.

Saya mulai risau karena sepi tak ada pembeli datang. Saya keluar memberikan air minum. “kalau musim hujan jualannya repot juha ya, Pak…”…”Mana masih banyak banget.”

Beliau tersenyum. “Iya bu … Mudah-mudah ada rezekinya…”jawabnya. “Aamiin”, kataku.

“Kalau tidak abis gimana, Pak?”, tanyaku. “Kalau tidak abis ya resiko, bu.. katak semangka, melon yang udah kebuka ya kasih ke tetangga, mereka juga senang daripada kebuang. Kayak bengkoang, jambu, manga yang masih bagus bisa disimpan. Mudah-mudahn aja dapat nilai sedekah,” katanya tesenyum.

“Kalau hujan terus sampai sore gimana. Pak” tanyaku lagi

“Alhamdulillah bu… berarti rezeki saya hari ini diizinkan banyak berdoa. Kan kalau waktu hujan itu mustajab buat berdoa bu…” katanya sambil tersenyum.

“Dikasih kesempatan berdoa juga rezeki, bu…” “Kalau tidak dapat uang gimana, Pak” tanyaku lagi.

“Berarti rezeki saya bersabat, Bu… Allah yang mengatur rezeki, Bu.. Saya hanya bergantung pada Allah… Apa saja bentuk rezeki yang Allah berikan ya saya syukuti aja. Tapi Alhamdulillah, selama saya jualan rujak belum pernah kelaparan”.

“Pernah tidak dapat uang sama sekali, tautau tetangga ngirimin makan. Kita hidup cari apa Bum yang penting bisa makan biar ada tenaga buat ibadah dan usaha,” katanya lagi sambil memasukan Al-Quran nya ke kotak di gerobak.

“Mumpung hujannya rintik, Bu… Saya bisa jalan… Makasih yaa, Bu….”

Saya terpana.. Betapa malunya saya, dipenuhi rasa gelisah ketika hujan datang, begitu khawatirnya rezeki materi tak didpat sampai mengabaikan nikmat yang ada di depan mata.

Saya jadi sadar bahwa rezeki hidayah, dapat beribadah, dapat bersyukur dan bersabar adalah jauh… jauh lebih berharga daripada uang, harta dan jabatan..

Kawan-kawanu, ada lagi satu kisah yang pernah saya baca. Seorang tukang kayu yang menempelkan tulisan di tempat kerjanya.

KERJA ADALAH SELINGAN MENUNGGU WAKTU SHALAT

Tukan kayu itu setiap ada pangggilan adzan dia bergegas ke mesjid, mengganti baju yang bersih dan meninggalkan pekerjaannya. Usai shalat dia mulai bekerja lagi… begitu seterusnya!

Adzan…Shalat tepat waktu, Bekerja lagi…

Adzan…Shalat lagi tepat waktu. Lalu dia bekerja lagi…

Kita yang masih hidup dalam nafsu mengejar dunia, seolah berlomba membanyak-banyakan harta, semua harus didapat biar bisa dipamerkan.. Jadi simbol KESAKSESAAAAN !

Mobil mewah, rumah megah.. semua dikejat walaupun harus rela menggadaikan harga diri ke bank… Utang sekarang, urusannya belakangan !

Bukan tidak boleh kita sebagai Umat Islam untuk Kaya Raya, bahkan harus. Para sahabat nabi, mereka adalah orang-orang kaya dan luar biasa dalam beribadah nya. Nah kalau mau kaya, ya contoh lah nabi dan para sahabatnya. Walau bergelimang harta, tapi tetap mengutamakan Ibadah.

Nah pertanyaannya adalah “Kang dimana misteri Kain Kafan Tak Bersaku nya?”..

Oke

Tahukah kamu kenapa kain kadan tak bersaku ?

Ya karena semua yang kita kejar sekarang hanya semu, tidak dibawa mati dan akan sirna berlalu….

Kesimpulan

Rezeki bukan hanya berupa materi atau harta. Hidayah,  bisa beribadah, bisa bersyukur adalah rezeki yang sangat luar biasa Allah berikan pada kita. Ketakwaan dan Ketawakalan adalah kunci segalanya, karena dengan begitu Allah akan menyelesaikan setiap permasalahan kita dan memberikan Rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Leave a Comment