fbpx

Kelola Diri Sendiri Dulu,Sebelum Mengelola Bisnis

Hallo Sobat  KangRidwan.NET, pada artikel kali ini saya akan sedikit banyak berbagi pengalaman dan tulisan tentang cara Kelola diri sendiri dulu sebelum mengelola bisnis. Ini sangat penting bagi kita pengusuha/pebisnis yang ingin serius menjalani usahanya.

Perlu kita ketahui bahwa salah satu syarat menjadi entrepreneur sukses yaitu memiliki kemampuan untuk mengatur diri sendiri. Pasalnya, mengelola diri sendiri sangatlah diperlukan karena seorang pelaku usaha hendaknya memiliki skill untuk multi tasking, menentukan prioritas kerja, dan dapat mengambil keputusan dengan cepat meskipun tanpa bantuan asisten. Ituah sebabnya artikel Kelola diri sendiri dulu sebelum mengelola bisnis ini ada, agar menjadi panduan kita dalam menjalankan usaha.

Namun tentu saja untuk melakukan hal tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Hal pertama yang harus Anda pelajari adalah menerima tanggung jawab dari setiap kejadian yang ada pada usaha Anda.

 

Seseorang yang dapat mengelola dirinya sendiri dengan baik, maka dia dapat mengelola bisnis dengan baik.

 

Karena musuh terbesar yang kita hadapi adalah diri kita sendiri, dimana kita harus mampu menaklukkan hal-hal negatif yang ada pada diri sendiri, sehingga kita akan mampu mengelola bisnis yang kita jalankan nantinya. Maka dari ini sangat perlu Kelola Diri agar semakin terarah dalam kelola bisnis.

Nah disini saya dan Muslim Entrepreneur University memberikan beberapa poin yang bisa Anda gunakan untuk me-review diri Anda sendiri. Jika ada beberapa poin yang ada pada diri Anda, maka artinya Anda harus mulai belajar mengelola diri Anda sendiri:

 

1. Melakukan Banyak Hal, Namun Hanya Sedikit yang Terselesaikan

Ini terkait dengan produktivitas, efisiensi waktu, dan pengambilan keputusan yang tepat. Anda tidak bisa memulai mengerjaakan banyak hal bersamaan, namun pada akhirnya hanya beberapa saja yang terselesaikan. Anda harus membiasakan diri untuk menyelesaikan pekerjaan yang Anda mulai. Tentukan prioritas untuk mempermudah penyelesaian pekerjaan tersebut.

Pandai-paindailah memilah pekerjaan mana yang harus di selesaikan terlebih dahulu dan bersifat urgent. Jangan sampai semua pekerjaan kita kerjakan bersamaan, ini akan membuat kita semakin tidak jelas dalam progress pekerjaan yang akhirnya tidak menghasilkan apa yang di inginkan.

 

2. Tidak Fokus dan Lepas Kontrol

Anda merasa selalu ada yang harus dikerjakan, dibandingkan waktu yang Anda miliki. Orang merasa under pressure atau kerja dibawah tekanan bukan karena banyaknya pekerjaan yang harus dikerjakan, tapi dari kurang cermatnya dalam memutuskan apa yang harus dikerjakan dan tidak menetapkan target yang sesuai.

Fokuslah dalam mengerjakan pekerjaan yang dianggap penting terelebih dahulu dan selesaikan, sehingga kita bisa mengerjakan pekerjaan lainya.

 

3. Suka Menunda Pekerjaan

Masih berkaitan dengan point pertama, Jangan pernah menunda pekerjaan yang lebih penting dan mendahulukan hal kecil. Menunda pekerjaan yang penting sama artinya mengundang masalah. Terapkan prinsip “First Thing First” dan kerjakan apa yang menjadi prioritas Anda.

Menunda pekerjaan sama saja dengan kita membiarkan diri ini menumpuk masalah yang ujungnya menggangu pada fokus diri kita.

 

4. Terlalu Banyak Berpikir

Menghabiskan banyak waktu untuk berpikir dan cemas dengan tugas Anda, dibandingkan langsung terjun untuk mengeksekusinya, artinya Anda tidak dapat mengelola diri sendiri.

Sebuah ide atau rencana tidak akan terelalisasi selama Anda terkurung dalam ketakutan Anda. Jangan sia-siakan energi Anda, hilangkan kekhawatiran dari pikiran, dan kerjakan! Do it now!

 

5. Menghindari Peluang dan Pesimis

Seorang pengusaha harus selalu optimis dan tidak membuang peluang yang datang. Mereka menganggap peluang adalah wadah untuk menggali ilmu dan pengalaman baru.

Tidak ada kata pesimis dalam kamus mereka, karena mereka berani mengambil resiko yang sudah diperhitungkan dan belajar dari setiap permasalahan. Proses belajar inilah yang bisa membuat kita terus berkembang dan maju dalam bisnis.

 

6. Kurang semangat dan kurang percaya diri

“Self confidence is the key to winning”, “Percaya Diri adalah kunci kemenangan”, mungkin Anda pernah mendengar tagline tersebut. Dan memang benar adanya, tanpa kepercayaan diri kita tidak akan bisa menjadi seorang pemenang.

Semangat yang naik – turun dan drop nya level kepedean Anda menunjukkan Anda tidak bisa mengelola diri sendiri. Dengan semangat yang tidak menentu dan tidak yakin dengan diri sendiri, bagaimana Anda akan mengelola bisnis Anda?

 

7. Meremehkan Diri Sendiri

Pasti setiiap orang memiliki kekurangan atau kelemahan, dan itu adalah hal yang wajar. Namun jika Anda terus menghitung kekurangan dan meremehkan diri Anda sendiri, selamanya Anda tidak akan bisa berkembang.

Kekurangan diri bukan untuk disesali atau dikritik. Tapi harus bisa mendorong kita untuk lebih menggali potensi yang ada pada diri sendiri. Pebisnis yang bijak berpikir bahwa dirinya memiliki potensi dan skil yang belum berkembang. Namun mereka mau berusaha dan yakin bahwa mereka akan berubah.

 

8. Bersikap Tertutup / Introvert

Menjadi seorang entrepreneur menuntut Anda untuk mampu bekerja sama dalam tim. Memiliki sikap tertutup, menyendiri menunjukkan Anda tidak siap menghadapi sesuatu yang tidak dapat Anda tangani atau kendalikan. Belajarlah untuk berkomunikasi dengan orang lain, membangun jaringan dan berkontribusi. Ingat! Kita mahluk sosial. Anda sangat memerlukan orang lain.

 

9. Terlalu Dominan

Banyak orang yang tidak bisa mengatur dirinya sendiri atau terlalu mengendalikan orang lain tau bisnisnya. Sikap terlalu dominan ini akan merugikan diri sendiri. Anda harus belajar untuk mempercayai dan mendelegasikan pekerjaan pada orang lain.

 

10. Belum Memperbaiki Sholat

Hal yang seringkali dilupakan oleh entrepreneur muda muslim adalah bagaimana selalu menggantungkan diri dan bisnis kepada Allah سبحانه وتعالى melalui sholat yang sejatinya dijalankan minimal lima kali sehari dan semalam.

Menggantungkan diri kepada Allah adalah hakekat hidup di dunia ini dimana Allah itu adalah Maha Pencipta Alam dan isinya oleh karena itu, entrepreneur muda muslim adalah umat yang sangat beruntung dan menggantungkan diri kepada Allah dalam kehidupan dan apalagi dalam bisnis.

Sholat adalah tiang agama Islam dan menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah dimana dengan sholat, dipenuhi oleh doa-doa kepada Allah dan menyerahkan diri kepada-Nya.

 

Disinilah seorang entrepreneur muslim bisa memaknai bagaimana mereka bisa menyerahkan diri kepada Allah  dan memahami setiap apa yang ada dalam sholat tersebut yang benar-benar berisikan doa kepada Allah. Jadi, apakah Sholat Anda sudah benar? Sudah tepat waktu? Sudah khusyuk? Kalau belum, yuk perbaiki.

Dengan mengatur diri secara efektif sama dengan mempersiapkan diri Anda untuk mengelola bisnis dengan baik pula. Mampu mengatur diri sendiri berarti Anda mengerti diri Anda sendiri sehingga dapat mengerti orang lain, menjalin kerjasama dengan tim dan customer Anda.

Yang terpenting dan harus selalu diingat adalah dengan mengelola diri sendiri maka Anda akan semakin memahami value dan arti sukes. Dengan keberhasilan Anda menaklukan diri sendiri, maka Anda pun akan semakin siap menjalankan bisnis.

Itulah yang bisa saya rangkung tentang Kelola diri sendiri dulu baru mengelola bisnis. Jika dirasa artikel ini bermanfaat boleh bantu di share ya, agar semakin banyak orang yang tahu.

Leave a Comment